Pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaludin, menyita perhatian masyarakat karena dilakukan oleh sang istri, Zuraida Hanum.

Pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaludin, menyita perhatian masyarakat karena dilak" />

Home
 
 
 
 
Di Duga Alami psikopat
Istri Sendiri Dalangi Pembunuhan Hakim

Sabtu, 18/01/2020 - 14:35:18 WIB

JAKARTA :-Pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaludin, menyita perhatian masyarakat karena dilakukan oleh sang istri, Zuraida Hanum.


Ditangkap dari berbagai kamera, istrinya sempat ikut sedih dan menangis setelah jenazah sang suami ditemukan. Belakangan, sikap sedihnya diketahui sebagai manipulasi untuk menutupi kejahatannya.


Kematian Hakim Jamaludin sempat menghebohkan publik karena cara meninggalnya cukup tragis. Ia ditemukan tewas di mobil miliknya di area kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jum’at (29/11) lalu.


Pihak kepolisian sempat kesulitan mengungkap motif pembunuhan dan pembunuhnya. Sempat diduga ada yang ‘tidak senang’ dengan Jamaludin yang bertugas sebagai hakim dengan banyak masalah hukum yang ditanganinya.


Belakangan, diungkap bahwa otak pembunuhan dilakukan oleh istrinya sendiri, Zuraida Hanum. Ia terbukti menugaskan dua orang sebagai pembunuh bayaran. Sontak publik terkejut setelah polisi menetapkan sang istri sebagai tersangka. Pasalnya, Zuraida terlihat sangat histeris sewaktu jenazah ditemukan.


Akhirnya, publik tahu bahwa aksi pura-pura sedihnya hanya dilatari oleh kepentingan mengacaukan alibi. Aktingnya sangat meyakinkan sampai polisi sempat tak terpikirkan bahwa pembunuh hakim Jamaludin ternyata orang terdekat.


Apa yang dilakukan Zuraida adalah manipulasi kenyataan, yang mana termasuk dalam ciri-ciri psikopat. Dilansir dari situs Psychology Today, seorang psikopat biasanya memiliki ciri-ciri tidak peduli, tidak berempati dan berhati dingin.


Kemudian, memiliki emosi yang dangkal, tidak memiliki rasa malu atau perasaan bersalah. Tidak bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan, serta cenderung menyalahkan orang lain atas perbuatan yang telah dilakukan.


Selain itu, sering berkata bohong atau manipulasi. Sangat percaya diri dan senang menjadi pusat perhatian. Bersikap egois dan egosentris. Tidak mampu merencanakan masa depan, serta bersikap atau bertindak kasar.


Dari semuanya itu, manipulasi paling sering dilakukan oleh seorang psikopat. Melihat tanda-tanda itu, apakah Zuraida bisa disebut sebagai psikopat?.


Menurut Psikolog dari KlikDokter, Ikhsan Bela Persada MPsi, melihat apa yang dilakukan istri hakim Jamaludin memang ada kecenderungan ke arah sana, yaitu kepribadian psikopat. Hanya saja, semua butuh pemeriksaan lanjutan.


“Bisa jadi (psikopat), itu kalau dilihat dari manipulasi yang dilakukannya seperti pura-pura menangis, bersedih, tapi ternyata dia otak pembunuhannya. Nah, itu berarti ada hal yang ditutup-tutupi agar tidak ketahuan aslinya seperti apa. Itu kan salah satu ciri dari psikopat yakni manipulasi emosinya sendiri,” ujar Ikhsan.


Menurutnya, jika untuk memastikan apakah ia psikopat atau tidak, harus ada pemeriksaan mental lanjutan. “Cuma kalau dari kriterianya dan untuk suatu tujuan tertentu ia berani menyewa pembunuh, itu berarti dia punya ciri impulsif,” lanjutnya.


Ikhsan menjelaskan bahwa salah satu ciri psikopat adalah impulsif, yang artinya tidak berpikir panjang dari dampak yang ia lakukan. Rela menghabisi nyawa orang lain adalah satu yang bisa dilakukan oleh para psikopat.


Masih menurut Ikhsan, sebenarnya manusia dalam dirinya punya sifat agresi. Berdasarkan pengertian secara psikologi, agresi diartikan sebagai perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan ketika gagal mencapai kepuasan atau tujuan tertentu.


“Perlu diketahui juga, setiap orang punya kecenderungan bersifat agresi. Tapi yang membedakannya adalah cara mengontrolnya, apakah ditahan dalam diri atau menunjukkan kepada orang lain,” jelas Ikhsan. (Red***)


Sumber  : RADARINDO.co.id

Home