Home
 
 
 
 
Ketua Umum HIMNI Marinus Gea Minta Pemerintah Daerah Buat Perencanaan Pembinaan Guru Berkualitas

Jumat, 14/10/2016 - 13:27:33 WIB

ZONA RIAU. COM - Nias Utara - Sumber Daya Manusia (SDM) di Kepulauan Nias secara menyeluruh masih jauh dari yang diharapkan. Angka Partisipasi Kasar (APK) kita masih jauh dari rata-rata nasional.

Demikian dikatakan Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias (HIMNI) Marinus Gea, SE, M. Ak dalam orasi ilmiah yang disampaikannya di acara Wisuda Angkatan Kedua Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Nias Utara (AKNIRA), di Pendopo Bupati Nias Utara, Lotu, Nias Utara, Selasa (11/10/ 2016).

"Untuk mengejar ketertinggalan ini, pemerintah daerah agar membuat perencanaan pengadaan dan pembinaan guru yang berkualitas dengan memberikan beasiswa dan mengirimkan mereka ke beberapa perguruan tinggi negeri melalui skema kerjasama daerah, terutama bidang studi tertentu yang memerlukan perhatian khusus," katanya.

Selain itu, lanjutnya, pendirian sekolah unggulan juga diperlukan untuk mendapatkan calon-calon siswa yang berkualitas. Pembenahan sarana dan prasarana seperti laboratorium, unit-unit bengkel, pusat bahasa, perpustakaan, dan sistem informasi juga harus mendapat  perhatian yang memadai.

Marinus yang juga aktif sebagai Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini menilai, bukan hal mudah untuk meningkatkan SDM di Kepulauan Nias, karena sudah sedemikian jauh tertinggal dibanding daerah lain di Sumatera Utara. "Namun kita patut bersyukur bahwa acara wisuda hari ini adalah bagian dari usaha pemerintah Kabupaten Nias Utara untuk mencerdaskan warganya," katanya.

Itu sebabnya. Marinus mengimbau kepada para wisudawan untuk memutus rantai keinginan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS-minded), tetapi fokus menjadi pengusaha muda kelas menengah yang berbasis pada pertanian, perikanan, dan peternakan.

"Saya memimpikan Nias Utara berani menginisiasi pengembangan perkebunan pisang, karet, kelapa, atau nilam yang berbasis plasma. Andai saja dalam tempo 5 tahun berkembang menjadi 5.000 Ha, maka setidaknya 5 orang karyawan x 5.000 Ha = 25.000 orang dapat pekerjaan," ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, pengaruh ekonomi (economical multiplier effect) bisnis perkebunan plasma dapat ikut menggerakkan atau menghidupkan segment lain, seperti karyawan transportasi, buruh pelabuhan, dan penyedia makanan. Hal yang sama dapat diterapkan untuk bidang perikanan dan peternakan.

"Di sinilah peran Akademi Komunitas Negeri Nias Utara untuk menyediakan tenaga kerja handal yang berpotensi menjadi pengusaha muda kelas menengah. Para alumni yang telah dibekali ilmu dan ketrampilan tentang budidaya pertanian karet, perikanan darat, dan ternak potong diharapkan mampu menjadi pelopor pengembangan produk pertanian, perikanan, dan peternakan di Kepulauan Nias,"katanya.

Selain mengembangkan sektor pertanian, perikanan dan peternakan, Marinus berharap masyarakat Nias dapat mengembangkan sektor pariwisata yang berbasis pertanian (agro-based tourism) dan perikanan/kelautan (marine-based tourism).

"Misalnya perkebunan kelapa Toloyawa dikembangkan menjadi pusat pembibitan kelapa hybrid yang terbuka untuk dikunjungi wisatawan. Pekerjaan yang sama dapat dilakukan untuk pengembangan perikanan, produk ikan asap, terumbu karang, keanekaragaman biota laut, selam, dan selancar untuk menunjang pariwisata laut," tuturnya.

Dirinya merasa yakin Nias Utara dapat berkontribusi secara nyata dalam mendukung program wisata Nias Pulau Impian karena memiliki potensi alam berupa keunikan produk pertanian dan potensi perikanan yang luar biasa.

Namun untuk mewujudkan mimpi ini, lanjutnya, diperlukan kerja keras dari pemerintah daerah dan komunikasi yang intensif dari Forum Kepala Daerah (Forkada) se-Kepulauan Nias. "Syarat mutlak yang diperlukan untuk mencapai impian tadi adalah kerja keras dan kerjasama seluruh warga Nias Utara," ujarnya. (snc/rio/zrc)

Home