Home
 
 
 
 
16 Nyawa Warga Riau Melayang Sia-Sia Di Jalan...

Rabu, 30/11/2016 - 22:24:58 WIB

Zonariau.com - Pekanbaru - Selama 14 hari, 16 nyawa warga Riau melayang sia-sia di jalanan. Melibatkan pengendara yang masih berusia produktif, kematian akibat kecelakaan jalan raya itu dinyatakan karena kelalain karena melebihi batas kecepatan dan tidak menggunakan pengaman.

Hal itu diperoleh setelah Direktorat Lalu Lintas Polda Riau melaksanakan Operasi Zebra Siak selama 14 hari, mulai dari 16 sampai 29 November 2016. Meski demikian, angka itu dinyatakan menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun lalu‎ ada 20 korban meninggal dunia, sekarang 16. Terjadi penurunan 20 persen," sebut Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Guritno Wibowo di Mapolda Riau, Rabu (30/11/2016).

Menurut Guritno, faktor kecelakaan disebabkan berbagai hal. Mulai dari keadaan jalan hingga kelalaian dari pengendara, dan kelalaian dinyatakan Guritno sebagai penyebab kematian sia-sia.

"Kelalaian pengendara masih faktor dominan. Kecelakaan didominasi kendaraan bermotor roda dua. Usia pelaku 16-30 tahun, usia produktif, usia emosional," papar Guritno.

Dia menyebutkan, ‎Operasi Zebra yang dipimpinnya cukup berhasil. Pihaknya bisa menekan lakalantas, jumlah kecelakaan, dan menekan pelanggaran lalu lintas.

Selama operasi berlangsung, pihaknya ‎menangani 11.553 perkara lalu lintas. Jumlah itu disebutnya turun sebanyak 2.249 dibanding tahun sebelumnya. Dan Lagi-lagi dari jumlah pelanggar paling  banyak dari kendaraan roda dua sebanyak 4.476 perkara.

Menurut Guritno, penurunan jumlah pelanggaran disebabkan pola penindakkan yang dilakukan jajarannya tidak hanya menyasar pengendara yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas berat. Pihaknya juga menggelar operasi dengan pola preventif.

"Pendekatan ini lebih humanis memberikan teguran bagi pelanggar aturan," katanya.

Guritno menyebutkan, pelanggaran sering terjadi  di wilayah perkotaan dan pemukiman. Mulai dari tidak menggunakan helm, membawa surat kelengkapan berkendaraan hingga menggunakan telepon genggam saat berkendara.‎

"Masyarakat  agar berhenti dulu kalau menggunakan, bukan beraktivitas menelpon sambil berkendara," tegas Guritno.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tertib kendati operasi zebra telah berakhir. Tujuan operasi ini lebih kepada peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat atas berkendara di jalan raya dengan aman.

"Sebenarnya operasi bukan tertib saat operasi saja. Setiap hari berlaku. Ketentuan di Operasi Zebra meningkatkan intensitas. Sehingga berakhirnya ops meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berkendara.," Tandasnya.

Menariknya saat operasi juga terjaring pelaku dugaan tindak pidana.  Antara lain, penyebaran senjata api (SENPI) rakitan, dan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

"Saat operasi juga terjaring senpi rakitan dan narkotika, ganja 29 kilo di Inhu dan dilimpah ke Resnarkoba ditindak pidananya. Penindakkan senpi juga diserahkan ke Reskrim," sebut Guritno.

Operasi zebra ini bukanlah operasi penutup yang digelar kepolisian pada tahun ini. Dalam waktu dekat, operasi kemanusiaan akan digelar. Menggunakan sandi Operasi lilin dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Dalam waktu dekat akan digelar operasi lilin, merupakan operasi kemanusiaan. Digelar dalam rangka memberikan kenyamanan saat saudara kita merayakan Natal dan tahun baru," tutup Guritno.(Faktariau.com/DLA)
Home