Home
 
 
 
 
Seismik Rusakkan Rumah, Wabup Bengkalis Mediasikan Warga dan Perusahaan

Rabu, 07/04/2021 - 08:52:52 WIB

ZONARIAU.COM | BENGKALIS   - Dua unit rumah warga Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis mengalami keretakan di sejumlah titik akibat aktivitas seismik yang dilaksanakan PT. Gelombang Seismik Indonesia (GSI).

Menanggapi keresahan warga tersebhut, Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis H. Bagus Santoso langsung menyambangi Desa Teluk Latak dan melakukan musyawarah. Kepala Desa Mansur, Camat Ade Suwirman dan pihak perusahaan dihadirkan.

Hal itu dilakukan Bagus Santoso guna mendengar secara langsung apa yang terjadi. Kemudian bagaimana kegiatan seismik yang dilakukan PT. GSI dan bagaimana pertanggungjawabannya.

Humas PT. GSI Irwadi mengatakan, kehadiran perusahaan pelaksanaan kegiatan seismik di Bengkalis guna mencari potensi minyak dan gas (Migas) yang ada di bawah permukaan di Kecamatan Bantan dan Bengkalis.

"Dari hasil inventori kami itu ada 37 desa yang menjadi kegiatan kami. Proses sosialisasi sudah kami lakukan tingkat kabupaten, kecamatan dan warga pemilik lahan yang terlintasi kegiatan kami. Kami berjalan terus sosialisasi sampai ke 37 desa. Kami jelaskan tahapan kegiatan dari awal sampai akhir," terangnya.

Dalam proses perekaman dan pengambilan data untuk potensi Migas, peledakan harus dilakukan. Tapi semuanya ada SOP yang harus diikuti. Misalnya terkait dengan jarak dan bangunan dan lainnya.

"Apabila ada dampak dari kegiatan kami, kami sepenuhnya bertanggungjawab. Nanti kami akan bayar bertahap juga, mulai dari desa yang lebih dulu selesai kegiatannya. Khusus untuk bangunan sebelum kami melakukan perekaman dan peledakan bangunan yang terdekat dengan lintasan kami itu semuanya sudah kami data. Jadi kami memiliki data awal rumah yang masuk dalam lintasannya kami termasuk dua rumah yang kemarin (rusak). Kami bertanggungjawab, untuk pembayaran akan kami lakukan bersamaan dengan pembayaran kompensasi," tegas Irwadi.

Wakil Bupati Bagus Santoso menyebutkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut baik korporasi dan perusahaan yang melakukan investasi di Bengkalis.

"Kita tahu setiap kegiatan pasti ada resiko. Ketika perusahaan, masyarakat dan pemerintah bisa duduk seperti ini maka semuanya, clear. Kalau perusahaan sudah bertanggungjawab terhadap kegiatannya maka tidak ada persoalan, tinggal lagi bagaimana penyelesaiannya. Mau dibayarkan serentak dengan kompensasi, hitung dengan standar yang ditetapkan," ujarnya Bagus.

Bagus berharap, perusahaan terus melakukan sosialisasi maksimal terkait kegiatan. Baik di Forum maupun memanfaatkan tempat pengajian.

"Kita berharap memang mendapatkan migas. Kalau potensinya ada, insyaallah Bengkalis tambah cemerlang dan bedelau," pungkasnya.***

Sumber : riauterkini.com

Home