Home
 
 
 
 
Istrinya Mati di-Covidkan?! Saipul:Demi Allah, Saya Tak Ikhlas. Istri Saya Diperlakukan Seperti ini

Jumat, 30/07/2021 - 19:20:40 WIB

PEKANBARU - Kembali Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana Menerima Laporan Pengaduan dari Masyarakat, Korban dampak Pandemi Covid-19.

Kali ini, Saipul Nazli Lubis. Warga Simpang Jengkol, Kecamatan Tenayan Raya yang menjadi Korbannya.

Pasalnya, istri pria yang memiliki Jengkot Panjang itu Meninggal akibat Praktek Peng-Covidtan.

"Demi Allah, saya tak ikhlas. Istri saya diperlakukan seperti ini" ungkap Saipul Nazli Lubis, seraya meneteskan air matanya.

Ditemui di ruang tunggu Laboratorium Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru, Jum'at (30/7/2021). Saipul yang didampingi Tim Pendamping dan Media Partner mengatakan. Bahwa dirinya sangat Tertipu dengan Praktek Haram seperti ini.

"Saya tak habis fikir. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi. Dalam Lembaran Dokumen Pemeriksaan Swab PCR tanggal cetak 30 Juli 2021, dijelaskan bahwa Almh Maryati selaku Istri Saya (Saipul-red) telah dilakukan Pemeriksaan pada tanggal 23 Juli 2021 dan Hasilnya keluar ditanggal yang sama. Sementara ketika pada saat itu saya tanya sama pihak Rumah Sakit, mereka bilang hasilnya menunggu 6 hari kedepan" kesal Saipul.

Lanjutnya lagi, bahwa dari Lembaran Surat yang keluar dari pihak Laboratorium RSD Madani. Diduga kuat telah terjadi Kekeliruan dan Berpotensi Membuka Tabir Misteri Pasien yang di-Covidkan.

"Saat ini Lembaran yang kami terima telah dengan jelas menunjukkan, bahwa istri beliau ini Positif Covid-19 (CT Value:18.6). Namun apabila di Evaluasi kebelakang, Mekanisme Protokol Kesehatan itu tak sepenuhnya di-Terapkan. Mulai dari Strategi T3, Testing-Tracing-Treatment" ungkap Aktivis Larshen Yunus, Direktur Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana.

Sampai diterbitkan berita ini, pihak Larshen Yunus selaku Tim Pendamping katakan. Bahwa mereka sebelumnya sudah berupaya untuk bertemu dengan Direktur RSD Madani sekaligus merangkap sebagai Plt Kadiskes Kota Pekanbaru, namun Chat WhatsApp Tim Yunus belum juga dibalas.

"Iya pak. Dari kemarin kami WA pak Dokter Arnaldo Eka Putra, namun sepertinya beliau Cuek Bebek. Terlalu sibuk dengan dua Jabatan itu" cakap Larshen Yunus, dengan nada sedih.

Terakhir, pihak Korban dan Pendamping masih menunggu hasil pertemuan dengan salah satu Pimpinan dan atau Penanggung Jawab atas hal tersebut. Mereka terlihat di salah satu ruangan medis, di Lantai 3 RSD Madani Jalan Garuda Sakti Pekanbaru.

Hasilnya, setelah terjadi Perdebatan dan Argumentasi antar keduabelah pihak, Manajemen Rumah Sakit Daerah Madani Pekanbaru Meminta Maaf atas Kesalahan yang telah diperbuat, terkait berbagai Spekulasi Kematian Maryati, selaku istri Saipul.
Home