Home
 
 
 
 
Dikabarkan Bawa Kabur Uang, Ini Presiden Afghanistan

Senin, 23/08/2021 - 13:22:35 WIB

Kabul - Kabar
Presiden Afghanistan kabur bawa uang ke Uni Emirat Arab (UEA) berhembus
kencang. Ashraf Ghani diketahui melarikan diri usai Taliban menguasai
ibu kota Kabul.

Diketahui Ghani melarikan diri sesaat Taliban
mulai memasuki ibu kota Afghanistan tanpa adanya perlawanan. Laporan
Associated Press sebelumnya menyebut Ghani meninggalkan Kabul diam-diam
tanpa memberitahu para pemimpin politik lainnya

Kedubes Rusia Sebut Presiden Afghanistan Kabur Bawa Uang

Dilansir
Reuters, kaburnya Ghani ke UEA disampaikan Kedubes Rusia. Kedubes Rusia
menegaskan pihaknya akan tetap mempertahankan keberadaan diplomatik di
Kabul dan berharap untuk mengembangkan hubungan dengan Taliban, meskipun
menyatakan tidak akan terburu-buru mengakui mereka sebagai penguasa dan
mengamati perilaku mereka.

"Soal kolapsnya rezim (pemerintah
Afghanistan), itu paling jelas ditandai oleh cara Ghani melarikan diri
dari Afghanistan," sebut juru bicara Kedubes Rusia di Kabul, Nikita
Ishchenko, seperti dikutip kantor berita RIA.

"Empat mobil penuh
uang, mereka berupaya memasukkan sebagian uang lainnya ke dalam sebuah
helikopter, tapi tidak semuanya muat. Dan sejumlah orang dibiarkan
tergeletak di landasan," ungkap Ishchenko merujuk pada cara Ghani kabur
dari negaranya.

Secara terpisah, perwakilan khusus Presiden
Vladimir Putin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, menyatakan tidak jelas
berapa banyak uang yang ditinggalkan pemerintahan Ghani.

"Saya
harap pemerintah yang kabur tidak mengambil semua uang dari anggaran
negara. Itu akan menjadi dasar anggaran jika ada yang tersisa," sebut
Kabulov kepada radio lokal Rusia, Ekho Moskvy.

Bantahan Presiden Afghanistan Kabur Bawa Uang

Dilansir
AFP, dalam video pesan pertamanya usai kabur, Ghani membantah tuduhan
yang menyebut dirinya mentransfer sejumlah besar uang keluar Afghanistan
sebelum pergi ke luar negeri. Dia bahkan hanya membawa baju dan sandal.

"Saya
diusir dari Afghanistan sedemikian rupa sehingga saya tidak sempat
mencopot sandal dari kaki saya dan memakai sepatu boots saya," tutur
Ghani, sembari menekankan bahwa dirinya tiba di UEA 'dengan tangan
kosong'.

Dirinya juga menuturkan ingin kembali dan menyatakan
dukungan untuk perundingan antara Taliban dengan para pejabat tinggi
Afghanistan. Dalam penjelasannya, Ghani kembali menegaskan bahwa dirinya
meninggalkan Kabul untuk menghindari pertumpahan darah dan ditampung di
UEA atas alasan kemanusiaan.

Ghani mengklaim bahwa Taliban tetap
memasuki Kabul meskipun ada kesepakatan untuk tidak melakukannya. "Jika
saya tetap tinggal, seorang presiden terpilih Afghanistan akan
digantung sekali lagi tepat di depan mata rakyat Afghanistan," ujarnya.

Diketahui
bahwa saat Taliban merebut kekuasaan di Kabul tahun 1996 silam, mereka
menyeret mantan Presiden Mohammed Najibullah dari kantor Perserikatan
Bangsa-bangsa (PBB) yang menjadi tempat dia bersembunyi dan
menggantungnya di jalanan umum setelah menyiksanya.

sumber:detik.com
Home