Home
 
 
 
 
Ferdinand Hutahaean Siap Diperiksa Polisi: Saya Perlu Menjelaskan

Jumat, 07/01/2022 - 14:41:32 WIB

Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean memastikan bakal menghadiri panggilan pemeriksaan terkait kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA yang dilayangkan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin, 10 Januari 2022.

Ia mengatakan bahwa surat panggilan pemeriksaan beserta dengan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tersebut telah diterimanya pada Kamis (6/1) malam.

"Saya akan memenuhi panggilan Bareskrim itu nanti Senin," kata Ferdinand saat dihubungi, Jumat (7/1).

Kehadiran itu, kata dia, penting agar perkara yang telah menjadi penyidikan tersebut dapat diselesaikan. Ferdinand mengatakan bahwa dirinya perlu memberikan penjelasan dan klarifikasi agar tak timbul persepsi liar.

Mantan politikus Partai Demokrat itu beranggapan bahwa saat ini cuitan yang dilontarkan dirinya tersebut telah berkembang dengan pemahaman masing-masing orang sehingga menjadi gaduh.

"Saya perlu menjelaskan dan mengklarifikasi apa yang terjadi sesungguhnya. Bahwa ini adalah sebuah kesalahpahaman dan persepsi liar yang kemudian membuat gaduh," jelas dia.

Ferdinand lantas mengatakan sejauh ini masih melakukan diskusi-diskusi dengan sejumlah pihak untuk dapat menjernihkan masalah tersebut.

Menurutnya, pemahaman salah di tengah masyarakat yang membuat kasus berlarut hingga akhirnya dirinya dilaporkan ke Bareskrim.

"Apalagi pelapor ya di salah satu TV swasta jelas-jelas menyatakan, Haris Pratama (pelapor) ya. Menyatakan bahwa 'Tuhan saya kan dengan Tuhan Ferdinand beda. Dia Kristen saya Islam'. Dia tidak tahu kalau saya sudah Islam Mualaf sejak 2017 itu," tambah Ferdinand.

Oleh sebab itu, Ferdinand beranggapan bahwa ketidakpahaman itu yang kemudian menyulut motif bagi masyarakat yang kemudian melaporkan dirinya. Padahal, selama ini dirinya tak pernah berkomunikasi dengan pelapor untuk mengklarifikasi masalah itu.

"Kalau dia mengklarifikasi ke saya terlebih dahulu kan dia tidak akan ramai begini. Jadi yang membuat gaduh adalah justru pelapor, bukan saya," ucap Ferdinand.

Cuitan tersebut, kata Ferdinand, merupakan penegasan iman dan keyakinannya. Ia meyakini bahwa Allah adalah sosok yang kuat sehingga tak perlu dibela.

"Kalau saya kemudian nanti contohnya dipaksa untuk dipidana karena perbuatan yang benar. Wah bahaya ini," tandasnya.

Kasus ini mencuat usai Ferdinand melontarkan ucapan "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela" di akun twitternya @FerdinandHaean3 beberapa waktu lalu.

Ia lantas dipolisikan oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Rabu (5/1). Pengusutan itu dilakukan secara cepat. Bareskrim langsung memeriksa serangkaian saksi hingga akhirnya dua hari kemudian kasus menjadi penyidikan.

sumber:cnn.com
Home