Home
 
 
 
 
OPINI
MENGENAL KESULITAN BELAJAR ANAK DAN SOLUSINYA

Selasa, 11/01/2022 - 15:15:18 WIB

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, guru dihadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa berbagai variasi. Ada siswa yang dapat menerima kegiatan belajarnya secara lancar dan tepat tanpa mengalami kesulitan.

Disisi lain tidak sedikit pula yang dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan siswa ditunjukkan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar.

Kesulitan belajar dapat pula disebabkan oleh faktor biologis, psikologis dan sosiologis. Yang semua itu pada akhirnya dapat mengakibatkan prestasi belajar berada di bawah rata-rata.
Kesulitan belajar ada yang disebut Learning Disorder, Learning Disfunction, Under Achiever, Slow Leearner dan Learning Disability. Mari kita simak bersama.

1. Learning Disorder
Ini keadaan dimana proses belajar  anak/murid/siswa menjadi terganggu karena hilangnya respons yang bertentangan.
 
Terjadinya anak sulit belajar  karena adanya respons yang bertentangan dalam diri anak. Sehingga, hasil belajar yang dicapainya jadi lebih rendah dari potensi yang dimiliki.

2. Learning Disfunction
Merupakan gejala  dimana proses belajar yang dilakukan anak tidk berfungsi dengan baik. Meskipun sebenarnya anak tersebut tidak menunjukkan adanya subnormality mental ataupun gangguan psikologis lainnya.

3. Under Achiever
Hal ini mengacu pada anak yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal. Tetapi, anehnya prestasi belajar yang didapatkan tergolong rendah
 
Contoh, anak yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ-nya 130). Namun anehnya prestasi belajar yang didapatkannya  biasa-biasa saja atau malahan sangat rendah.

4. Slow Learner
Adalah anak yang dalam belajarnya lambat menerima atau menangkap pelajaran sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

5. Learning Disabilitaies
Pada kelompok ini, si anak mengalami keidakmampuan belajar yang mengacu pada gejala dimana si anak didapat belajar sama sekali atau menghindari belajar. Sehingga, tidak pernah menemui hasil pembelajarannya secara inelektual.
 
Ketidakpedulian orang tua berpengaruh

Terjadinya anak mengalami kesulitan dalam belajar isekolah dikarenakan orangtua biasanya tidak peduli pada anak. Dalam masa perkembangannya, anak-anak perlu distimulus aspek motoric dan daya pikirnya.
 
Terkadang anak dibiarkan tercampak apa adanya tanpa ada kata ditaanya, dibimbing atau dilatih. Sementara orang tua sibuk mencari uang atau aktifitasnya sendiri. Tanpa hirau dengan usia, tumbuh kembang anak dan problematikanya.
 
Untuk dapat menjaring kesulitan yang terdapat pada diri anak (terutama kesulitan dalam belajar), orang tua diminta selalu berkomunikasi aktif dengan anak.
 
Guru sebagai motivator

Peran guru seagai motivator, Kesulitan belajar yang dialami anak secara umum bersumber dua faktor. Pertama, faktor diri sendiri seperti cacat tubuh, kurang mendengar, kurang motivasi., inteligensi yang rendah dan lain sebagainya.
 
Kedua, faktor dari luar diri anak seperti kekurangan fasilitas belajar di rumah, jadwal sekolah yang yang terlalu padat, kurang perhatian dari orangtua, buku penunjang yang minim dimiliki anak, infrastruktur jalanan ke sekolah yang rusak dan sebagainya.
 
Untuk mengantisipasi kesulitan belajar anak sedari dini, guru perlu mengenal karakteristik pada anak. Misalnya bentuk fisiknya, hobinya, minat-minatnya, tingkat kecerdasannya dan sebagainya. (Elsa Guslia Meri)
Home