Home
 
 
 
 
LSM: Meminta Kepada Pertamina Agar Memberikan Sanksi Kepada SPBU yang Bersangkutan
Diduga SPBU 14.285.679 Kerjasama dengan Penampung Timbun BBM

Sabtu, 10/09/2022 - 15:47:23 WIB


TERKAIT:
   
 
ZONARIAU.COM, ROHUL - Ditengah masyarakat sedang krisis akibat kenaikan BBM, membuat oknum-oknum yang berusaha mengambil keuntungan dengan melakukan upaya penimbunan mulai bermunculan.

Berawal dari informasi dari masyarakat dan sumber lainnya, yang diduga ada aktivitas penampungan dan penimbunan BBM jenis Solar bersubsidi dan Pertalite di daerah Tandun diwilayah Rohul.

Tim media yang melakukan Investigasi diwilayah Rohul khususnya di daerah Tandun pada hari Rabu Tanggal 7/9/22, Ternyata tim media menemukan satu mobil truck Coldiesel 125Ps. No.Pol BM 9972 FB. Yang di selipkan di Gang rumah warga agak sunyi dan gelap, yang tidak jauh dari lokasi SPBU.14.285.679. di sebrang Jalan lintas umum Ujung Batu. 

Tampak dari kejauhan yang diduga para pelaku yang sedang asik menurunkan jiregen ukuran kitar 35 atau 40 Liter dari mobil truck untuk melangsir dari stasiun SPBU 14.285.679. Juga sebagian puluhan jiregen yang sudah terisi BBM yang sudah diatas bak mobil Coldiesel tersebut.

Mobil truck tertutup rapi dengan terpal,  tim media juga mengamati para pelaku lainnya yang sedang melangsir minyak dari SPBU secara berulang kali pakai Motor. Tak sampai disana Tim media juga melihat puluhan tabung Gas Elpiji  dengan ukuran 3 kg yang ada didalam Box mobil tersebut, kuat dugaan para pelaku ini juga menimbun Gas Elpiji. 

Dengan begitu, awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Nopri sesuai informasi dari masyarakat setempat bahwa Nopri sebagai Pengawas/Meneger SPBU.14.285.679, melalui kontak WhatsApp miliknya yang bernomor 0852-7813-1xxx, untuk dimintai klarifikasi terkait temuan tim media, namun sangat di sayangkan walau telah terbaca WA dari media ini oleh Nopri tapi jangankan memberi kalrifikasi kepada media, malahan nomor awak media di blokir olehnya. Jumat, 9/9/22.

Tidak sampai disana, setelah mendapat informasi lagi dari masyarakat setempat yang meminta namanya tidak dicantumkan dalam pemberitaan ini, bahwa ada salah orang yang sangat terlibat dalam permainan penyalahan penyaluran BBM dari SPBU tersebut diatas dan dengan memberi nomor Hp/WA  0821-6935-8xxx kepada media ini.

Mendengar informasi tersebut, lalu awak media mencoba menghubungi nomor Hp/WA  0821-6935-8xxx dengan mengaku namanya PUTRA. Dalam penjelasan/klarifikasi Putra kepada awak media mengatakan, Bahwa BBM yang di ambil dari SPBU 14.285.679 tersebut lewat jiregen adalah di peruntuhkan untuk keperluan masyarakat, diantaranya nama masyarakat tersebut; Rusdi Saleh Tabunan, Akhmad Fauzi Matondang, Heri Kasmianto dan Sin Nugroho. Yang mana dalam bunyi surat tersebut bahwa nama-nama yang bersangkutan mempunyai usaha sebagai pengecer BBM Bensin dan Solar yang berdomisili di Desa Rimba Makmur, yang di terbitkan oleh Kades Rimba Makmur A/n. Rustamaji dan Pj Kades Rimba Jaya A/n. Miskun tertanggal 4 Januari 2019 lalu. 

Untuk memastikan nama yang tertera dalam surat keterangan usaha yang di keluarkan oleh Makmur (Kades) dan Miskun (Pj Kades), pada tahun 2019 tersebut. Apakah masih berlaku dan sipenerima SKU masih Berusaha bisnis jual beli BBM dengan memakai SKU yang diterbitkan tahun 2019 tersebut..?, tim media masih menelusuri.  

Di tempat terpisah Wkl Ketua LSM IPPH, Riswan L SH. Yang diminta tanggapanya via Telepon WhatsApp. "Meminta kepada pihak penegak hukum dan pihak terkait lainnya. Seperti aparat agar turun tangan menangkap para pelaku yang diduga menampung dan menimbun BBM dan Menyita BB, juga kapada pihak pertamina pemasaran agar memberi sanksi kepada pihak SPBU yang bersangkutan."

" Karena hal kegiatan seperti itu Jelas tidak di perbolehkan dan dilarangan dengan Undang-Undang RI No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, peraturan Presiden No 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, harga jual eceran bahan bakar minyak, keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang jenis bahan bakar minyak khusus penugasan. Apabila dilanggar maka diberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha. Ujar RL. Sabtu, 10/9/22." (Red/Tim) ***
Home