Home
 
 
 
 
Heran.......Anggota Dewan Yang Tertangkap " Nyabu " Bebas Jalan-Jalan Ke Mall.

Minggu, 10/04/2016 - 12:11:52 WIB

MANADO - Warga Sulawesi Utara, khususnya Manado mengekspresikan kekecewaan mereka atas tindakan penyidik Polda Sulut yang membebaskan Cicilia alias CL, seorang anggota DPRD Manado.

Politisi Partai Demokrat itu sebelumnya tertangkap tangan saat sedang berpesta sabu di sebuah tempat karaoke di Manado, Jumat (1/4/2016).

Saat itu tim Polda Sulut dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut mendapat informasi sedang digelar pesta sabu di tempat karaoke itu.

Saat penggrebekan dilakukan, polisi mendapati CL bersama beberapa orang lainnya dalam kondisi setengah mabuk. Saat kabar penangkapan CL beredar, wartawan sulit menkonfirmasi kebenaran berita itu.

Saat jumpa pers digelar, Senin (4/4/2016), Diresnarkoba Polda Sulut, Kombes Pol Edi Djubaedi mengakui, CL positif sabu.

"Tes urine di tempat, hasilnya positif," ujar Edi.

Petugas yang mengembangkan kasus ini lalu menggeledah kediaman CL dan menemukan dua paket sabu seberat 0,15 gram. Sebagian benda haram itu sudah dimasukkan ke pipet dan siap diisap.

Saat ekspose para tersangka, termasuk CL, wartawan memprotes polisi yang menutupi wajah para tersangka dan mereka berbaris menghadap tembok.

Para wartawan tidak begitu saja percaya jika salah satu tersangka yang tertutup wajahnya itu adalah CL.

Belum habis pertanyaan atas penanganan kasus tersebut, media malah dibuat terkejut saat mengetahui penyidik membebaskan CL pada Selasa (5/4/2016).

Penyidik memberi alasan barang bukti yang didapat saat penangkapan CL hanya 0,15 gram dan yang bersangkutan hanya diharuskan mengikuti rehabilitasi.

Sementara penyidik berjanji untuk terus menuntaskan kasus ini, sehari setelah dibebaskan, warga mengaku memergoki CL sedang jalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan di Manado.

Foto perempuan berwajah mirip CL kemudian menjadi viral di jejaring media sosial. Kontan saja warga langsung mencurahkan kemarahan mereka, yang menganggap polisi tidak adil dalam menangani sebuah kasus tindak pidana.

"Pak polisi, baru saja kami bangga dengan prestasi-prestasi kalian menangkap para bandit-bandit di Sulut (yang walaupun kebanyakan kategori kelas teri), tapi kenapa kalian rusak kebanggaan kami dengan kecerobohan kalian dalam menangani kasus Mama CL. Mungkinkah kami yang ada di grup ini kurang support pada kalian? Atau kami hanya kurang berduit?," ungkap Iss dalam group Facebook Manguni Team123 Reskrimum, Sabtu (9/4/2016).

Group Facebook itu mendapat pujian beberapa waktu belakangan karena cepat sekali dalam merespon laporan dugaan tindak pidana.

Keberhasilan Tim Khusus Manguni Polda Sulut bahkan membuat Polda Sulut mendapat predikat terbaik se-Indonesia dalam menangani premanisme dan kriminal jalanan.

"Kalau orang kecil, polisi cepat sekali mengekspose terduga, foto para terduga di-upload tanpa mengenakan baju, lengkap dengan barang bukti. Tetapi jika yang terjerat adalah orang besar, polisi berusaha mati-matian mencarikan alasannya," ujar David masih lewat akun grup yang sama.

Warga bahkan mengirimkan SMS ke nomor seluler Kepala BNN Komjen Budi Waseso, agar turun tangan menangani kasus CL tersebut.

Kemarahan warga itu memuncak dengan membuat meme yang memuat tulisan "Brenti Jo Bagate, Mari Jo Basabu (Ayo hentikan konsumsi minuman keras, mari gunakan sabu)".

"Brenti jo Bagate", merupakan salah satu program unggulan Polda Sulut dalam upaya mengurangi kriminalitas akibat konsumsi minuman keras yang tinggi.( Kompas)***

Home